Berita Piala Dunia

Jumat, 30 Maret 2018

Ternyata Telstar 18, Bola Untuk Piala Dunia 2018 Mendapat Banyak Kritikan


Ternyata banyak kritikan yang dilayangkan untuk bola yang digunakan pada Piala Dunia 2018 nanti. Telstar 18, bola yang akan digunakan di gelaran Piala Dunia 2018 menuai banyak kritik. David de Gea dan Marc-Andre ter Stegen, dua kiper papan atas dunia menganggap bola tersebut aneh.

Kiper Spanyol dan Jerman merasakan langsung tidak nyamannya mengantisipasi bola dalam pertandingan persahabatan internasional Sabtu, (24/3/2018). “Ini benar-benar aneh. Seharusnya bisa dibuat jauh lebih baik,” ucap de Gea dikutip Soccerway, Minggu (25/3/2018).

Ter Stegen lebih kritis lagi mengomentari bola buatan Adidas itu. “Bolanya bergerak cepat. Tapi, saya pikir kami harus terbiasa dengannya. Kami akan berusaha beradaptasi secepat mungkin sebelum Piala Dunia dimulai. Kami tidak punya pilihan lain.

Namun, Pepe Reina yang menjadi pelapis de Gea di Timnas Spanyol meminta agar Telstar 18 bisa diubah. “Mereka harus mengubahnya. Masih ada waktu,” tegas.

“Setidaknya akan ada 35 gol dari hasil tendangan jarak jauh pada Puala Dunia nanti. Bola ini merugikan kiper” ujar Reina.

“Selain itu, pelapisnya adalah film plastik. Hal tersebut membuat kiper sulit memegang bola,” ungkap sang kiper

Setiap perhelatan sepakbola terbesar di dunia (Piala Dunia), FIFA memang selalu menggelontorkan bola khusus. Biasanya bola tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan budaya di mana lokasi pesta sepak bola sejagat itu digelar. Sejak Piala Dunia 1930, setidaknya ada 10 bola khusus yang dijadikan bola resmi.

Lebih Dari 66 ribu Suporter Islandia Bakal Ramaikan Rusia

Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia pada juni hingga juli mendatang, meski masih menyisakan empat bulan lagi antusias para penggemar sepak bola sudah mulai terlihat. Tidak hanya para peserta kompetisi terbesar di dunia itu yang mempersiapkan diri, para suporter dari masing-masing negara yang akan bermain pada ajang tersebut juga tengah mempersiapkan diri.


Islandia adalah salah satu peserta di babak Final Piala Dunia yang diselenggarakan di Rusia itu. Ini adalah pertama kalinya Islandia bermain di pagelaran terbesar sepak bola di dunia. Cerita mereka memang seperti dongeng.

Islandia sudah mencuri perhatian para penggiat sepak bola ketika mereka lolos untuk pertama kalinya ke Piala Eropa dua tahun yang lalu di 2016. Tidak hanya itu, mereka juga mencetak sejarah dengan lolos dari babak penyisihan grup dan sampai ke babak perempat-final! Betapa bahagianya mereka ketika sukses menumbangkan tim nasional Inggris yang tentunya lebih diunggulkan. Dengan skor akhir 2-1 untuk Islandia, The Three Lions harus pulang lebih cepat dari Piala Eropa.

Piala Dunia 2018: 66 ribu Suporter Islandia Akan Ramaikan Rusia – Cerita mereka akan berlanjut di Rusia nanti. Penduduk Islandia pun sudah bersiap-siap untuk mendukung timnya di sana. Menurut data yang diberikan oleh Kedutaan Besar Islandia di Rusia, total ada 66 ribu orang yang sudah memesan tiket Piala Dunia. Terhitung di tahun 2016 saja, total populasi di salah satu negara Skandinavia tersebut berjumlah 334,352 jiwa.

Nah, jika benar ada 66 ribu orang yang memesan tiket, berarti 20 persen dari total penduduk Islandia akan terbang ke Rusia pada Juni nanti!

Pada Piala Dunia 2018 ini Islandia berada satu grup dengan tim unggulan Argentina, dan juga dua kuda hitam Piala Dunia 2018 Rusia ini yaitu Kroasia dan Nigeria.

Jelang Piala Dunia 2018, Pemerintah Rusia Membuat Suatu Keputusan Kontroversial


Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan pada 14 Juni hingga 15 juli 2018 di Rusia. Turnamen sepak bola paling akbar yang diselenggarakan empat tahunan sekali itu akan digelar di 12 stadion di 11 kota di Rusia. Namun, jelang pagelaran sepakbola terbesar itu pemerintah Rusia membuat suatu keputusan kontroversial.

Pemerintah Rusia dikabarkan mempersilahkan pada penonton untuk membawa ganja ke stadion dengan beberapa syarat dan ketentuan.

Keputusan Kontroversial Rusia Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2018 – Kabar mengenai diperbolehkannya ganja dibawa ke stadion pada Piala Dunia 2018 dilansir oleh harian Rusia, Moscow Times. Keputusan ini bisa dikatakan cukup kontroversional karena Rusia belum memperbolehkan penggunaan barkotika secara bebas di kehidupan sehari-hari.

Untuk membawa narkotika seperti ganja, heroin, dan kokain, sang pemilik harus memiliki izin tertulis dari otoritas setempat dalam bahasa Rusia. Izin itu bisa diurus jika mereka mencantumkan rekomendasi dari dokter mengenai penggunaan narkotika tersebut.

Kabar mengenai diperbolehkannya ganja dibawa ke stadion pada Piala Dunia 2018 dilansir oleh harian Rusia, Moscow Times. Keputusan ini bisa dikatakan cukup kontroversional karena Rusia belum memperbolehkan penggunaan barkotika secara bebas di kehidupan sehari-hari.

Untuk membawa narkotika seperti ganja, heroin, dan kokain, sang pemilik harus memiliki izin tertulis dari otoritas setempat dalam bahasa Rusia. Izin itu bisa diurus jika mereka mencantumkan rekomendasi dari dokter mengenai penggunaan narkotika tersebut.

Keputusan Kontroversial Rusia Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2018 – Diperbolehkannya narkotika masuk ke stadion sebagai bagian dari konsekuensi bergabungnya Rusia ke dalam Eurasian Economic Union. Salah satu kesepakatan dalam kelompok tersebut adalah turis diperbolehkan bepergian dengan membawa obat-obatan tersebut dengan jumlah yang terbatas dan juga dengan izin dari pihak yang berwenang.

Namun, untuk mengatasi penyalahgunaan narkotika tersebut, panitia pelaksana dan Pemerintah Rusia akan menjalani pemeriksaan ketat di seluruh kota penyelenggara Piala Dunia 2018. Mereka tidak akan segan-segan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang menyalahgunakan ijin tersebut.

Pemberitaan itu juga menyebutkan bahwa Rusia akan melarang suporter merokok di areal stadion penyelenggara Piala Dunia 2018, terutama di kota Moscow, St Petersburg dan juga Sochi.

Televisi Rusia Menunjuk Jose Mourinho Sebagai Komentator Piala Dunia 2018


Pada Piala Dunia 2018 nanti manajer Manchester United, Jose Mourinho akan menjadi komentator di Televisi Rusia. Jose Mourinho telah menandatangani kontrak untuk menjadi komentator bagi jaringan televisi Rusia yang didanai negara, RT, untuk keperluan Piala Dunia 2018, Juni mendatang.

Berbicara kepada RT.com, Mourinho mengatakan menyambut antusias menjadi bagian dari pergelaran olahraga terbesar di dunia itu pada musim panas mendatang.

Jose Mourinho Ditunjuk Sebagai Komentator Piala Dunia 2018 Oleh Televisi Rusia – Mourinho akan bekerja sama dengan mantan kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel, untuk menjadi komentator dari seri tayangan menyongsong dan selama Piala Dunia 2018 berlangsung.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan tim di RT,” ucap Mourinho. “Saya tidak sabar menghadiri Piala Dunia di Rusia musim panas ini dan membagikan pandangan saya tentang pertandingan.”

Pemimpin Redaksi RT Margarita Simonyan berujar, “Kami terus mengusahakan tim impian RT. Sekarang kami punya seorang pelatih.”

Keputusan Mourinho menandatangani kontrak menjadi komentator Piala Dunia 2018 dengan jaringan televisi yang sebelumnya bernama Russia Today itu mendapat sorotan. Jaringan televisi ini mendapat kritik sejak berdiri pada 2005.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah meresmikan jaringan televisi baru itu sebagai siaran alternatif Rusia terhadap BBC dan CNN.

FIFA Akan Buat Panduan Travel Ramah Muslim di Piala Dunia 2018


Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di Rusia, pada piala dunia 2018 ini FIFA akan melakukan rencana untuk para muslim yang ingin menyaksikan perhelatan sepakbola terbesar di dunia ini. Renacana ini dibuat untuk kenyamanan para semua muslim yang akan menyaksikan pertandingan nanti.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berencana mengeluarkan panduan perjalanan bagi sekitar 100 ribu penggemar Muslim yang diperkirakan akan menyaksikan Piala Dunia 2018 di Rusia. Panduan tersebut akan menguraikan beberapa hal seperti lokasi masjid, restoran halal, dan bahkan informasi jadwal shalat.

Sebanyak tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim lolos ke Piala Dunia yang akan dihelat di musim panas waktu Rusia. Negara tersebut di antaranya Arab Saudi, Mesir, Maroko, Iran, Tunisia, Senegal dan Nigeria.

Piala Dunia 2018 Ini FIFA Akan Buat Panduan Travel Ramah Muslim – Arab Saudi akan memulai turnamen melawan Rusia pada pertandingan pembuka di Stadion Luzhniki di Moskow pada 14 Juni mendatang. Pertandingan tersebut bertepatan dengan berakhirnya bulan puasa Ramadhan atau hari pertama perayaan Idul Fitri.

Untuk perhelatan turnamen sepak bola dunia tersebut, Mesir telah memilih Chechnya sebagai basis tim mereka. Islam adalah agama yang dominan di sana.

Sementara itu, pada 20 Juni Iran akan memainkan Spanyol di Kazan, ibu kota mayoritas Muslim di Tatarstan. Di wilayah itulah, setidaknya terdapat sekitar 50 masjid.

Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura mengatakan badan sepak bola dunia itu bertujuan membuat perhelatan tersebut senyaman mungkin bagi para penggemar Muslim yang bepergian ke Rusia untuk menyaksikan turnamen. Samoura merupakan Muslim asal Senegal.

Ia mengatakan, Piala Dunia tahun ini akan menampilkan tujuh tim yang akan memiliki mayoritas pemain Muslim. Sementara sebagian besar penggemar akan menjalankan puasa Ramadhan yang berakhir tepat sebelum pertandingan pembuka.

“Kami di FIFA ingin memastikan semua Muslim, apakah mereka pemain, staf atau penggemar memiliki semua informasi yang mereka butuhkan jika mereka menginginkannya, misalnya membeli makanan halal atau shalat,” kata Samoura, dilansir dari saluran berita Rusia RT, Rabu (7/3).

Sebelumnya pada Desember 2017, Kepala Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida menyuarakan kekhawatirannya jika Ramadhan bisa menghambat persiapan negaranya menuju turnamen Piala Dunia. Menurutnya, jika para pemain berpuasa, peluang timnya kalah dalam pertandingan akan meningkat secara substansial.

“Anda harus mengerti gaya hidup mereka akan benar-benar berubah selama Ramadhan, mereka tidak akan tidur di malam hari dan tidak akan makan pada siang hari. Apakah ini persiapan yang produktif?” ujarnya.

Wow Ternyata Nonton Piala Dunia 2018 di Rusia Nanti Tidak Memerlukan Visa Loh !

Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018, pada turnamen sepak bola terbesar di dunia ini para pengunjung yang berasal dari luar Rusia akan lebih dipermudah. Rusia bakal memberikan akses masuk tanpa Visa untuk para penonton Piala Dunia yang memang memiliki tiket pertandingan.

Namun harus diingat, anda harus terlebih dulu membeli tiket pertandingan dan itu akan menjadi akses masuk untuk anda ke Rusia.

Kebijakan ini dikeluarkan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin agar para penonton tidak kesulitan untuk terbang ke Rusia. “Rusia ingin memberi kelonggaran untuk seluruh suporter kesebelasan negara-negara yang ikut Piala Dunia agar dapat masuk ke negara ini secara gratis dengan catatan punya tiket pertandingan,” ucapnya dilansir dari football.co.uk.

Fan ID merupakan sebuah kartu yang diproduksi oleh Pemerintah Rusia bersama FIFA, yang dikhususkan untuk Anda yang sudah memiliki tiket pertandingan.


Anda harus memiliki kartu ini jika ingin diperbolehkan terbang ke Rusia pada Juni nanti. Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Rina Yulianti juga mengungkapkan hal yang sama dan membenarkan soal Fan ID.  “Ya. Pakai Fan ID dan tidak usah visa,” ucap Rina.

Selain diperbolehkan mengunjungi Rusia tanpa visa, memakai Fan ID ternyata memiliki kelebihan lainnya. Fan ID juga memberikan anda akses transportasi ke kota tempat pertandingan Piala Dunia berlangsung, tentunya dengan gratis.  Fan ID sendiri juga bisa langsung anda dapatkan dengan mengunjugi situs resmi yang disediakan oleh Pemerintah Rusia, fan-id.ru.

Kamis, 29 Maret 2018

Usai Kalahkan MU, Ben Yedder Gabung Timnas Prancis Piala Dunia 2018


Striker Sevilla, Wissam Ben Yedder, dipanggil untuk dapat bergabung dengan tim nasional Perancis yang tengah bersiap ke Piala Dunia 2018. Ia dipanggil untuk pertama kalinya pada Kamis, 15 Maret 2018, sehari sesudah tampil cemerlang ketika mengantar Sevilla menyingkirkan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions.

Pada laga itu, Ben Yedder memborong 2 gol ke gawang Manchester United yang kala itu dikawal David De Gea. Dengan dua gol itu, Sevilla berhak melaju ke babak perempat final Liga Champions dengan keunggulan agregat 2-1.

melihat performanya itu, seperti dilansir Reuters, Ben Yedder langsung menerima panggilan dari pelatih Perancis, Didier Deschamp. Ia masuk di dalam skuad Les Blues untuk laga uji coba melawan Kolombia pada 23 Maret mendatang dan kontra Rusia empat hari setelahnya.

Kedua laga itu akan dilakoni oleh skuad Les Blues untuk mempersiapkan ajang Piala Dunia yang bakal digelar saat pertengahan Juni mendatang di Russia. Pada ajang empat tahunan itu, Perancis akan tergabung ke dalam Grup C bersama Australia, Peru, dan Denmark.

Dalam kariernya, Ben Yedder telah bergabung dengan Sevilla sejak 2016 silam, setelah sebelumnya meniti karier di klub Liga Prancis, Touluse. Di Sevilla, pada musim lalu, pemain berjulukan Benyebut itu berhasil menyumbang 18 gol. Sedangkan musim ini, ia juga sudah mencetak 17 gol, termasuk delapan di Liga Champions.